1000cahaya's Blog











{November 28, 2009}   Balada Si Pengemis Kecil

Ini adalah sebuah kisah sedih
dari seorang gadis kecil yang terlantar
Tubuhnya kurus kerontang lemah tak berdaya
Berjalan terseok-seok di atas aspal berkerikil tajam
lalu ia tersungkur…
“Auuu…!!!”
lirihnya saat tubuhnya mencium tanah
Karena tlah habis tenaganya
tak mampu ia untuk bangkit dan berdiri
Dengan segenap sisa tenaganya
dia berteriak…
“Tolong…
tolong bantu aku…!”
Namun tenaga dan suaranya yang minim itu
jadi terbuang percuma
karna tak ada seorangpun
yang sudi mengulurkan tangannya

Tak mampu…
dia benar-benar tak mampu lagi berdiri
Sebisa mungkin
ia beringsut-ingsut ke tepi jalan
dan mengesot di atas trotoar yang kasar
Panasnya matahari menguapkan tenaganya
hingga hampir habis tak tertinggal

Tahukah kalian???
Dia sudah lama tak mengecap lezatnya makanan
mulutnya telah lama tak diguyur air segar
dan kini sudah tak sanggup lagi untuk ditahannya
benar-benar tak sanggup lagi
perutnya sudah tak bisa diajak kompromi
lemas,,,
sangat lemas…
Lalu bergelendotan ia pada seorang ibu…
dengan mata mengiba
ia memelas pada sang ibu
“Duhai ibu yang berhati mulya…
tataplah pengemis kecil yang renta ini
berikanlah aku sedikit nikmatmu
Aku lapar…”
Sang ibu menjawab…
“Hey bocah…
semangnya siapa engkau?
Dan mengapa aku harus berbagi denganmu?
kaupun bisa lihat kan?
hidupku sendiripun sudah susah
sekarang lepaskan tanganmu…!”
Hempasan sang ibu
membuat tubuh kapasnya terkapar di jalan
dan habislah sudah tenaganya
Air matanya meleleh di atas pipinya
amat pedih rasa di hatinya
Menatap ia dengan nanar ke sekelilingnya
dan mengucap ia…
“ Beginikah dunia itu?
mengapa ia sangat kejam?
Wahai langit yang tak berujung…
lihatlah…!!!
Begitu banyak orang berlalu-lalang di sekitarku
namun satupun yang menolehkan pandangannya padaku
padahal mereka melihat
seorang gadis kecil sedang terkapar
lemah tanpa daya di tengah jalan
Tapi mengapa mereka seakan buta dengan keberadaanku?
mengapa mereka seperti tak punya hati?
Kenapa wahai langit?
Jawablah!!!

Dan kau…
matahari dengan sinarmu yang tajam
mengapa engkau terus dan terus menusuk kulitku?
Tak merasakah engkau aku begitu kesakitan?

Kau angin…
kau tau aku lemah
mengapa engkau terus menerpaku hingga roboh?

Jangan kalian membisu!
cepat jawab aku!”
Si gadispun makin perih hatinya
dan kian menangis sejadi-jadinya
tapi orang-orang tetap melangkah dan tak peduli
dan alampun masih diam beribu bahasa

Di dalam jiwa gadis itu
suara hatinya berbisik
“ Duhai aku yang malang nasibnya…
jangan engkau bersedih…
kau tak sendiri,,ada aku di sini
Aku yang akan selalu ada di saat kau kesepian
Aku yang akan menghiburmu kala kau berduka
dan aku yang akan mengobatimu setiap kau terluka

Bahagiamu adalah bahagiaku
Sedihmu juga sedihku
Sakitmupun sakitku pula

Karna aku adalah kau
dan kau adalah aku
Sebab kita adalah satu

Dan kita tak sendiri
ada Dia yang selalu ada
Dia Yang Maha Besar
Dai Yang Maha Kuasa
dan Dia Yang Maha Segalanya

Hapus air mata kita
pejamkan kedua mata kita
dan tersenyumlah pada dunia…”
Seketika hujan turun
pertanda alam yang menangis
menyesali yang telah berlalu…

-The End-



dan lain-lain
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.